• 6

    Aug

    "Dari Pak Haji"

    Aku berdiri di depan tumpukan buku-buku itu, berhenti tatapan mataku di depan sebuah al-qur’an berwarna kuning keemasan pemberian pak haji beberapa bulan yang lalu, sudah hampir sebulan aku tidak menyentuhnya terlebih membacanya… Kakiku seperti enggan beranjak dan tetap memandangi…..sampai akhirnya terdengar dering handphone ku, sejenak ku lihat di layar monitor nama bapak haji muncul disitu sebentar ku jawab telephone dulu ya… “assalamu’alaikum…” sapaku pelan “walaikum salam, sedang apa cah ayu?” jawab dari seberang sana “baru saja selesai sholat maghrib, bagaimana khabar bapak dan ibu?” “alhamdulillah semua sehat, ada salam dari ibu kapan cah ayu bisa menyempatkan waktu, ngobrol-ngobrol lagi di rumah”
  • 30

    Jul

    Judulnya Belum Di Bikin....

    Berdiri aku di depan jendela kelas, pandangan mataku tertuju pada dua pohon rambutan yang tidak terlalu tinggi dan di bawahnya rerumputan yang mulai mengahijau karena sudah tersirami air hujan beberapa hari lalu. Dedaunan pohon rambutan yang begitu rindang tumbuh menghijau tak sekering beberapa hari lalu sebelum hujan. Tak jauh dari dua pohon rambutan ituberdiri tinggi pohon durian dengan satu buah durian yang menggantung (he…cuma berbuah satu…) tidak seperti 7 bulan yang lalu ketika aku baru datang kemari, pohon itu berbuah begitu lebat, setiap harinya satu, dua, tiga bahkan lebih buah durian turun sendiri (terjatuh…) tanpa harus susah-susah memanjat untuk mengambilnya. Teringat akan masa kecilku ketika masih di bangku SD. Masa-masa yang begitu mengasyikkan tidak perna
  • 23

    Jul

    Dalam Aq Terdiam

    Duduk aku di depan teras pagi itu, pandangan mataku tertuju pada burung-burung yang berterbangan di rerumputan depan teras yang sudah mengering karena tidak tersirami air hujan…. Kicau burung begitu merdu memecahkan kesunyianku yang terduduk sendiri, berebut dan berterbangan kesana kemari seolah burung itu berkata padaku… “Hai sobat jangan melamun sendiri? adakah yang kau pikirkan? adakah yang mengganjal di hatimu?” Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala :) “Waaaah senyummu begitu tulus dan manis, ayo bicaralah padaku…” Sekali lagi aku menggeleng dan tersenyum tipis :) “Baiklah… tetapi janganlah engkau murung, tetaplah ceria dan berbahagialah. Hadapi semua dengan senyummu yang tulus dan manis itu, karena badai dan kesedih
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post