Kisah ku..

27 Oct 2011

Setumpuk berkas di hadapkaan di depanku. “apa ni abang”? tanyaku pada calon suamiku

“buat permohonan kita menghadap dik” jawabnya

“wow…ngak kurang banyak kah”? tanyaku sambil tersenyum tipis

Mau menikah ternyata tidak semudah yang ku bayangkan, bukan sekedar mengucapkan sumpah di depan penghulu tetapi harus menghadapi ini dan itu.

Setelah semua persyaratan kami penuhi dari mulai akte sampai SKCK ku buat kami pun menghadap…

Hari itu pertama yang harus kami hadapi adalah bagian kesehatan, cek kesehatan selesai barulah kami menghadap ke intel dimana khususnya saya harus mengerjakan soal laksana ujian. Hampir satu jam setumpuk soal ku kerjakan setelah itu barulah kami di hadapkan berdua dengan pertanyaan-pertanyaan.. dari mulai kapan pertama kali bertemu, berapa kali kami bertemu, dan bagaimana kami menjalani hubungan ketika sang prajaurit mendapat tugas keluar jakarta.

Alhamdulillah semua pertanyaan dari sang intel tlah kami lalui dan bisa kami jawab semua dengan baik, sekarang giliran ke bagian paroh.. hal yang sama kami berdua harus mengisi soal-soal keagamaan yang setelah itu kami di beri pertanyaan-pertanyaan. Ada satu pertanyaan yang di tujukan pada calon suami yang sampai saat ini sering membuatku tersenyum bila teringat. ‘KLK ardiman apakah kamu sholat’? dengan serta merta dia menjawab “siap mujin.. bolong-bolong” gerrrrrrrr….. serentak semua petugas bahkan diriku sendiri yang berada dalam ruangan itu tertawa mendengar jawaban calon suami. Duuuuuuuuuh jujur banget sich abang, dia pun hanya tersipu malu :)

Satu persatu sudah kami lewati giliran terakhir bertemu dengan sang komandan, apes nya hari itu aku benar-benar terlupa, sudah tiba kami di pondok dayung dan tinggal menunggu komandan aku memakai sepatu terbuka bagian depan.. duh macam mana ini? bagaimana kalau kami di tolak di suruh pulang dan menghadap hari berikutnya kan ngak lucu buang-buang waktu percuma, sama persis kejadian yang menimpa teman kami yang calon istri memakai celana panjang ketat akhirnya di tolak suruh pulang ganti memakai rok.. karena untuk menghadap kami harus berpakaian rapi, kemeja dan rok trus sepatu tertutup. Berkali-kali aku hanya berdoa dalam hati semoga komandan kami tidak melihat aku dengan teliti, berkali-kali pula aku turunkan rok panjangku agar tidak kelihatan kulit kaki depan hihihihi ;)

Sementara calon suamiku terus dan terus ngomelin aku.. “adik ni gimana nanti bisa-bisa abang harus push up 100x kalau sampai ketahuan adik pakai sepatu terbuka macam itu” dan aku hanya bisa berucap “iya maaf……” ;)

Satu jam lebih kami menunggu akhirnya kami di persilahkan masuk bertemu komandan, kucoba pasang muka manis semanis manisnya untuk menghilangkan rasa khawatir dalam hati dan kucoba untuk setengang mungkin. Dengan senyum sang komandan menyambut kami dan mempersilahkan duduk yang kemudiaan membaaca-bara dokumen kami yang sudah ada di hadapannya.

“calon istrimu orang lampung? cantik…. ” gumamnya sambil melihat ku

“kamu dah siap menjadi istri seorang prajurit? kamu sudah siap untuk di tinggal kemanapun dia harus mengemban tugas? tanya sang komandan dengan tenang akupun menjawap “siap”

Setelah beberapa nasehat dari beliau bahwa menikah dengan TNI itu tidak mudah dan begini-begini, akhirnya selesai kami dan mendapat restu dari beliau. Lega rasanya hati.. .hehehe sepatuku tidak ketahuan oleh sang komandan ;)

Terakhir kami baru ke KUA. Sekarang berapa tahun sudah terlewat kami dah memiliki seorang buah hati yang lucu dan menggemaskan, tetapi kenangan itu akan terbawa sampai nanti sampai kami tua.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post